Enable Dark Mode!

KRM 001

Varietas : Japonica T3

Luas Lahan :

757 M2

Ketinggian Lahan :

846 - 860 mdpl

Tanggal Tanam :

27 Februari 2023

Est. Tanggal panen :

6 - 21 Juni 2023

Pemilik Lahan :

Pak Olu

kordinat Lahan :

-7.239504, 107.868837

Investor:

Baktiku Negeriku

Jumlah Investasi:

Rp 1.514.000,-

Responsive image

Aktifitas Lahan

KRM 001 merupakan lahan sawah seluas 757 Meter persegi yang dikelola bersama dengan BumDes desa kersamenak sebagai lahan demplot untuk percontohan budidaya beras khusus Japonica dengan level T3, pengelolaan lahan yang termonitoring secara digital secara realtime dengan menggunakan platform IDEATANI sehingga memudahkan pihak terkait mulai dari petani, perangkat desa, hingga offtaker dapat memonitoring segala aktifitas pengelolaan lahan, sehingga memudahkan dalam melakukan analisa, mitigasi hingga pencapaian hasil panen yang maksimal.

On Process 75%

PERENCANAAN LAHAN
Perhatikan letak, arah dan kemiringan lahan, arah sinar matahari dan letak akses jalan Usaha Tani terdekat.
Buat sketsa lahan
Buat sketsa mengenai letak sumber air, saluran air, jalan produksi dan tempat pengumpulan produksi sementara
Ambil sample tanah untuk mengetahui tingkatan kesuburan tanah ( NPK, PH, EC )
PENERIMAAN BENIH DAN PUPUK
Penerimaan Benih dan pupuk
PEMILAHAN BENIH
Pilah Benih terbaik yang akan disemai dengan metode Blowing/ayak, perendaman di Air, dsb
Pemilahan benih dengan perendaman dilakukan selama 3 hari, tiriskan dan keringkan
PERSIAPAN LAHAN PENYEMAIAN BENIH PADI SAWAH
Tanah dibersihkan dari rumput dan sisa-sisa jerami yang masih tertinggal
Tanah yang sudah dibajak/cangkul selanjutnya diratakan dengan garu atau kayu.
Berikan pupuk dasar sesuai anjuran
Buat ukuran bedengan dengan panjang bedengan disesuaikan, lebar bedengan 100 – 150 cm dan tinggi 20 – 30 cm
Buat selokan diantara bedengan yang berdekatan dengan ukuran 30 – 40 cm untuk mempermudah pemeliharaan persemaian
Siapkan benih yang akan disemai, rendam benih selama kurang lebih 24 jam, kemudian diperam selama 48 Jam sampai berkecambah.
PENYEMAIAN DAN TEBAR BENIH PADI SAWAH
Tebar benih hingga merata dipersemaian dan tutup dengan tanah yang halus dan tipis
Siram persemaian dengan air secukupnya atau direndam
Pada saat persemaian padi umur 7 - 15 Hari semprot persemaian padi tersebut dengan menggunakan agensia hayati
Pastikan lahan semai selalu dalam kondisi macak-macak
PERSIAPAN LAHAN TANAM PADI SAWAH
Tanah dibersihkan dari rumput dan sisa-sisa jerami yang masih tertinggal
Tanah yang sudah dibajak/cangkul selanjutnya diratakan dengan garu atau kayu.
Berikan pupuk dasar sesuai anjuran dan Pastikan lahan tanam selalu dalam kondisi macak-macak
PENANAMAN PADI SAWAH
Siapkan jarak tanam dengan ukuran 25 cm x 25 cm x 50 cm (Legowo)
Cabut bibit padi atau disosrok yang telah berumur 15 – 20 Hari dengan tanah-tanahnya (jangan di cuci tanahnya) dari area penyemaian
Letakkan bibit padi pada gerobak sorong atau wadah yang telah disiapkan untuk dilanjutkan ke proses tanam
Letakkan bibit padi dipersawahan /alat bantu tanam
Tanam bibit padi sebanyak 3 - 5 bibit perlubang tanam pada jarak tanam yang telah disiapkan
Pastikan pada saat tanam, lahan dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 1)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 2)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Pemberian pupuk hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebaran dilakukan melalui legowo tersebut berdasarkan kebutuhan dan rekomendasi setempat
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 3)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Pemberian pupuk (LBON) hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebaran dilakukan melalui legowo tersebut berdasarkan kebutuhan dan rekomendasi setempat
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 4)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk (LBON) dan insektisida sesuai dengan anjuran, Lakukan penyemprotan hama dan penyakit di pagi hari antara jam 6 – 9 pagi (atau ketika OPT tersebut melakukan aktivitasnya). Apabila hama yang menyerang tanaman padi aktifitasnya dimalam hari sebaiknya pengendalian dilakukan pada malam hari juga sehingga tepat sasaran.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 5)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 6)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk (LBON) dan insektisida sesuai dengan anjuran, Lakukan penyemprotan hama dan penyakit di pagi hari antara jam 6 – 9 pagi (atau ketika OPT tersebut melakukan aktivitasnya). Apabila hama yang menyerang tanaman padi aktifitasnya dimalam hari sebaiknya pengendalian dilakukan pada malam hari juga sehingga tepat sasaran.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 7)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk organik, L Bon dan insektisida sesuai dengan anjuran, Lakukan penyemprotan hama dan penyakit di pagi hari antara jam 6 – 9 pagi (atau ketika OPT tersebut melakukan aktivitasnya). Apabila hama yang menyerang tanaman padi aktifitasnya dimalam hari sebaiknya pengendalian dilakukan pada malam hari juga sehingga tepat sasaran.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 8)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 9)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian L Bon, bakterisida dan insektisida sesuai dengan anjuran, Lakukan penyemprotan hama dan penyakit di pagi hari antara jam 6 – 9 pagi (atau ketika OPT tersebut melakukan aktivitasnya). Apabila hama yang menyerang tanaman padi aktifitasnya dimalam hari sebaiknya pengendalian dilakukan pada malam hari juga sehingga tepat sasaran.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 10)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk sesuai dengan anjuran.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 11)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk, Insektisida, Bakterisida sesuai dengan anjuran apabila diperlukan.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 12)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk, Insektisida, Bakterisida sesuai dengan anjuran apabila diperlukan.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 13)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk, Insektisida, Bakterisida sesuai dengan anjuran apabila diperlukan.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 14)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk, Insektisida, Bakterisida sesuai dengan anjuran apabila diperlukan.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PERAWATAN LAHAN SAWAH DAN PADI (TAHAP 15)
Lakukan pembersihan saluran air secara berkala,
Hilangkan gulma dan rumput yang tumbuh diareal persawahan agar tidak menganggu pertumbuhan tanaman padi
Amati jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi dan masa aktivitasnya
Pemberian pupuk, Insektisida, Bakterisida sesuai dengan anjuran apabila diperlukan.
Pastikan lahan selalu dalam kondisi macak-macak
PANEN
Siapkan alat dan bahan yang akan dipakai
Panen padi dengan alat yang telah disiapkan
Rontokkan gabah dengan thresher setelah dipanen, apabila menggunakan mesin panen yang modern (Mini Combine atau Combine Harvester)
Masukkan gabah kedalam karung atau goni yang telah disiapkan
Kumpulkan gabah pada tempat penampungan hasil panen yang telah disiapkan
Lakukan penimbangan hasil panen (GKP) secara aktual
PASCA PANEN
Siapkan alat dan bahan yang akan dipakai
Jemur gabah pada lantai jemur atau terpal yang telah disiapkan hingga kandungan air pada gabah 14% atau selama 2 hari tergantung cuaca atau minimal 24 jam
Lakukan penimbangan hasil panen (GKS) secara aktual
simpan hasil panen (GKS) dalam ruang dengn kondisi kelembaban sesuai prosedur